1:

Selamat Membaca!

Selamat datang di Blog yang Bukan Blog ini, silahkan membaca segala bahan yang terposting di blog ini dan jangan lupa,
comments ya...
Happy Reading ;)
*sorry kalo banyak tulisan lebay

Akupuntur, Pengobatan Tradisional Tusuk Jarum

Akupuntur adalah teknik pengobatan yang digunakan dalam pengobatan tradisional Cina. Jarum-jarum yang sangat tajam digunakan untuk menstimulasi titik-titik tertentu pada tubuh. Titik-titik ini terdapat pada jalur-jalur energi yang disebut "meridian". Pengobatan akupuntur dirancang untuk memperbaiki aliran dan keseimbangan energi sepanjang meridian-meridian ini.

Pengobatan tradisional Cina memiliki sejarah lebih dari 2,500 tahun. Pengobatan tradisional ini melihat tubuh manusia sebagai suatu sistim aliran energi. Ketika aliran-aliran energi ini seimbang, maka tubuh tersebut sehat. Para praktisi memeriksa denyut nadi pasien dan mengamati keadaan lidah mereka untuk mendiagnosa ketidakimbangan energi. Dalam pengobatan Cina, denyut nadi dapat diperiksa pada tiga lokasi di masing-masing pergelangan tangan, dan pada tiga kedalaman pada masing-masing lokasi.
Penyakit tidak didefinisikan dengan gejala-gejala atau nama penyakit seperti "infeksi HIV". Sebaliknya, seorang praktisi pengobatan Cina akan berbicara mengenai ketidakimbangan energi. Bahasanya dapat kedengaran sangat aneh, seperti "kekurangan yin" atau "peningkatan panas ginjal". Kata-kata Cina yin dan yang menggambarkan energi yang saling bertolak-belakang yang seharusnya tetap seimbang, dan Qi (dibaca "chi") secara kasar dapat diartikan sebagai energi atau kekuatan hidup.

Dalam pengobatan tradisional Cina, terdapat banyak cara untuk memperbaiki keseimbangan aliran energi tubuh. Teknik yang paling sering digunakan di negara-negara barat adalah teknik senam seperti Qigong atau Tai Chi, akupuntur (tusuk jarum), dan jamu.
Banyak praktisi pengobatan Cina mengkhususkan diri pada akupuntur atau jamu. Sangat jarang yang menggunakan keduanya.

Mengapa orang dengan HIV menggunakan akupuntur?
Karena akupuntur berkenaan dengan keseimbangan energi, maka tidak ada titik akupuntur tertentu yang digunakan untuk mengobati HIV. Sebaliknya, ahli akupuntur anda akan menggunakan denyut nadi anda dan mungkin akan mengamati lidah anda untuk mencari tahu ketidakimbangan aliran energi anda.
Akupuntur tidak dapat mengobati infeksi HIV. Namun, banyak orang yang percaya bahwa jamu-jamuan tersebut telah membantu mereka memperbaiki energi secara keseluruhan, atau membantu menangani efek samping pengobatan antiretroviral (ARV). Beberapa orang telah menggunakan akupuntur untuk mengurangi rasa mual atau diare yang diakibatkan oleh pengobatan ini. Banyak orang lain merasa akupuntur mampu meringankan rasa sakit akibat neuropati.

Bagaimana cara penggunaan akupuntur?
Berdasarkan ketidakimbangan energi anda, ahli akupuntur anda akan memilih titik akupuntur untuk distimulir. Anda akan berbaring di atas dipan, bertelungkup atau telentang. Jarum-jarum akan dimasukkan pada titik-titik tertentu. Anda mungkin akan merasa sedikit sakit, kesemutan atau rasa kebal selagi jarum ditusukkan. Jarum-jarum ini dibiarkan pada tempatnya selama 30 hingga 45 menit tergantung pada tujuan dari akupuntur itu. Selama itu, banyak orang jatuh tertidur.
Anda mungkin juga mendapatkan perawatan tambahan selama akupuntur untuk meningkatkan aliran energi anda:
  • Jarum-jarum mungkin distimulir dengan aliran listrik bertenaga sangat rendah (electroacupuncture).
  • Moxa adalah bahan lembut yang terdiri dari sejenis rempah mugwort kering. Moxa mungkin diaplikasikan di atas jarum akupuntur atau bahkan secara langsung di kulit. Moxa dibakar untuk menghasilkan rasa panas yang menusuk. Hal ini disebut moxibustion.
  • Gelas-gelas bundar dapat digunakan untuk menghasilkan "penyedotan" pada titik-titik tertentu (bekam). Penyedotan ini menstimulir aliran energi. Bila gelas-gelas ini ditinggalkan pada kulit untuk waktu yang lama, akan ada bekas berwarna merah.
Beberapa praktisi menggunakan manik-manik kecil atau jarum kecil yang ditinggalkan pada kulit selama beberapa hari untuk memberi tekanan pada titik akupuntur.
Titik-titik sasaran akupuntur
Apa risiko dan efek sampingnya?
Beberapa orang merasa sedikit rasa sakit, kaku atau kesemutan ketika jarum akupuntur ditusukkan. Dalam beberapa kasus yang jarang, orang akan merasa pusing atau mual selama akupuntur. Anda mungkin akan mengeluarkan beberapa tetes darah ketika jarum dicabut. Akupuntur memiliki efek samping yang lebih sedikit dibandingkan dengan kebanyakan pengobatan-pengobatan barat.
Anda sebaiknya tidak melakukan akupuntur bila anda minum minuman beralkohol satu jam sebelumnya, atau bila anda telah menggunakan napza.
Pastikan ahli akupuntur anda tahu bila anda hamil. Beberapa titik akupuntur tidak boleh distimulir selama kehamilan.
  
Bagaimana kita tahu itu bermanfaat?
Penelitian mengenai akupuntur menunjukkan manfaat dalam mengobati beberapa jenis rasa sakit dan mual. Hal ini yang mendorong National Institute of Health di AS untuk mengeluarkan pernyataan pada tahun 1997 mendukung manfaat akupuntur untuk beberapa kondisi tertentu. World Health Organization memiliki daftar lebih dari 40 kondisi yang mungkin dapat dibantu dengan akupuntur.
Penelitian terakhir mengenai akupuntur untuk mengurangi rasa sakit akibat neuropati tidak menunjukkan manfaat yang jelas. Namun rancangan penelitian tersebut telah dikritik karena menggunakan titik-titik akupuntur yang sama untuk semua orang dalam penelitian, dan karena menggunakan titik-titik palsu sebagai perbandingan. Banyak orang dengan kondisi neuropati merasa akupuntur telah membantu mereka.

Teknik Akupuntur untuk Bantu Kehamilan Teknik akupuntur kini banyak digunakan di AS untuk membantu seorang wanita bisa menjadi hamil. Menurut laporan dari American Society for Reproductive Medicine, terapi dengan menggunakan akupuntur yang dilengkapi dengan konsumsi obat tradisional telah membantu banyak wanita menjadi hamil. Di AS banyak wanita yang menunda memiliki anak sampai usia 30 hingga 40 tahun.
Ketidaksuburan lalu menjadi sebuah tantangan karena diperkirakan 3 juta pasangan di AS dikabarkan tidak mampu melakukan pembuahan setiap tahunya. Klinik Kesuburan kemudian tumbuh menjamu bak tumbuhnya jamur dimusim hujan.
Dari klinik itulah kemudian para dokter berani berujar bahwa banyak wanita yang gagal hamil jika harus melakukan terapi secara konvensional.
Tidak heran para wanita itu kemudian beralih ke pengobatan alternatif seperti akupuntur yang dilengkapi dengan penggunaan obat-obat tradisional dari ramuan tumbuhan alias jamu. Sejumlah dokter mengingatkan untuk dilakukan penelitian sejauh mana efektifitas dari terapi akupuntur meski ada juga yang lain yang menyatakan tindakan akupuntur tidak masuk dalam ilmu pasti.
Studi yang dipublikasikan pada tahun 2002 silam melalui The Journal Fertifility and Sterility menyebut kepopuleran terapi akupuntur di Jerman. Studi itu dilakukan oleh Dr. Wolfgang Paulus dari The University of Ulm yang menemukan bahwa 42% wanita yang mendapatkan terapi akupuntur sebelum dan sesudah IVF misalnya menjadi hamil bila dibandingkan dengan 26% yang tidak mendapatkan terapi akupuntur.
Setahun kemudian Dr. Raymond Chang dan rekanya dari Cornell University's Medical School di New York mempublikasikan laporan pada jurnal yang sama yang menyatakan bahwa akupuntur akan membuat para wanita lebih rileks dan sirkulasi produktifitas horman menjadi lancar yang akan membuat aliran ke uterus dimana sang jabang bayi berada bisa lebih terjaga.
Menurut Dr Dr. Paul C. Magarelli yang merupakan spesialis kesuburan dari Colorado Springs, Colorado, karena dua penelitian itu dipublikasikan melalui sebuah jurnal yang prestisius maka kemudian banyak dokter yang lalu mencobanya.
Seorang akupuntur dari Stanford University for Integrative Medicine di Palo Alto, Deming Huang mengatakan bahwa banyak pasien wanita yang kemudian mulai menanyakan soal manfaat akupuntur ini kepada para dokter.
Terapi akupuntur sebagai usaha untuk membuat seorang wanita hamil kemudian malah merambah ke layar kaca saat diserial TV Sex and The City karakter yang memerankan sosok Charlotte mengungunjungi seorang akupuntur untuk berusaha mengalami kehamilan.

Diambil dari berbagai Sumber

0 komentar:

Posting Komentar

Blog Bukan Blog Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
free counters